Glow For Indonesia Logo

AKU INGIN LEBIH!

28/07/2016


 

Malam ini aku bisa tidur nyenyak karena kekayaanku bertambah luar biasa. Kira-kira setelah keliling Eropa minggu lalu, minggu depan aku mau kemana ya? Ah iya, mobil ferrari keluaran terbaru udah keluar. Kalau gitu, lusa aku akan membelinya biar bisa kupamerkan. Rumah yang didepan danau itu juga akan kubeli. Apa lagi yang bisa ku beli ya?

 

Siang tadi dana sebesar sepertiga triliun baru saja masuk ke rekeningku. Hasil kerja kerasku memutar otak untuk sedikit mencuri dana negara. Eh bukan mencuri. Maksudku, aku berhasil menghemat pengeluaran negara, negara harusnya mengeluarkan 2 triliun untuk project ini. Karena aku yang pegang project ini, negara hanya mengeluarkan 1,2 triliun. Jadi tak ada salahnya dong kalau aku mendapatkan “hasil” dari kerja kerasku. Ku buat report sebesar 1,5 triliun untuk project itu. Lumayan 300 miliar masuk ke kantongku. Tak apalah, biar bagaimana, negara tetap berhasil menghemat.

 

Negara senang, aku apalagi. HAHAHA!

 

Istri simpananku pun turut senang. Kubelikan apapun yang dia mau. Aku mencintainya, dan dia jauh lebih cantik dan pengertian dari istriku. Istriku, si nenek lampir itu, apa sih yang bisa dia berikan untukku..

 

***

 

7 tahun yang lalu...

 

Aku baru saja menerima “uang terima kasih” dari seseorang yang baru saja kubantu menangkan tendernya.  Amplop itu berisi cek 400 juta. Bukan main senangnya aku.

Tak terasa uang itu habis kubuat iseng main kasino dan taruhan bola. Sial aku kalah! Sebagian lagi ku habiskan dengan memuaskan nafsuku dengan wanita-wanita cantik nan seksi. Istriku tidak tahu. Maafkan aku sedikit mengkhianatimu, sayang. Bukan bermaksud mendustai pernikahan kita, aku hanya ingin menemukan kesenangan lain, sekali saja.

 

***

 

15 tahun yang lalu...

 

Menjadi mahasiswa tingkat akhir di jurusan yang tidak aku suka membuatku semakin sering absen. Tapi tenang saja, ada si culun yang bisa kusuruh untuk mengisi absenku. Masalah UTS dan UAS, ahhhh banyak cara untuk mendapat nilai bagus. Menyontek! Tak perlu menjadi orang pintar untuk tahu cara mencontek yang benar kan? Aku sudah terbiasa melakukan ini dari SMP, bahkan dari kelas 5 SD! Seribu trik nyontek sudah kukuasai. HAHAHA.. Hidup itu mudah.

 

***

 

28 tahun yang lalu...

 

Mama menyuruhku membeli detergen dan kecap diwarung komplek rumah. Aku dikasih uang 20.000. Ternyata si tante pemilik warung memberikan kembalian 3.000 rupiah. Aku menyimpan kembalian itu dikantong celanaku yang lusuh, tidak kukembalikan ke mama. Lagian mama juga tidak tanya uang kembaliannya kok.

 

Setelah itu, sering sekali aku ambil semua uang kembalian yang harusnya aku kembalikan ke mama. Mama kerapkali tanya mana kembaliannya. Tapi aku bilang tidak ada kembalian. Kadang aku kembalikan sebagian. Awalnya aku merasa tidak enak udah bohong sama mama, tapi lama-lama aku jadi biasa saja. Hal itu bukan sesuatu yang salah lagi menurutku.

 

Ku kumpulkan uang kembalian itu untuk membeli mainan baru. Lama-lama aku mulai berani mengambil uang diam-diam dari dompet mama. Sedikit saja, mama juga tidak menyadarinya. Asyik sekali bisa membeli mainan baru yang bisa kupamerkan pada teman-temanku. Aku senang punya banyak mainan. Dan betapa mudahnya mendapatkan semua itu.

 

***

 

Aku ingin mendapatkan lebih banyak lagi! Aku akan melakukan lebih besar lagi untuk mendapatkan yang lebih banyak.

 

 

 

“Segala yang besar selalu dimulai dari yang kecil. Karakter buruk selalu berasal dari sikap-sikap kecil yang buruk yang dilakukan secara terus-menerus. Maka berhati-hatilah dengan yang ‘kecil’ itu...”

 

Theresia (@theresiatecha)