Glow For Indonesia Logo






KONTRIBUSI NYATA SINAR MAS DI BIDANG TEKNOLOGI

20/10/2018


Dengan Indonesia menjadi tuan rumah terselenggaranya IMF-International Monetary Fund 2018 beberapa waktu lalu, isu perekonomian makin gencar dibicarakan di sosial media. Hal inilah, yang akhirnya, membuat saya tertarik untuk mempelajari dunia perekonomian.

 

 

Salah seorang dosen dari Universitas Indonesia, Prof. Dorodjatun Kuntjoro Jakti, mengatakan bahwa untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, kita harus mulai fokus pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Negara sekelas Finlandia, Amerika dan Australia, telah gencar menggagas Pendidikan dengan model pembelajaran STEM, sejak 10 tahun yang lalu. Kemudian disusul oleh Negara Vietnam, Tiongkok, Filipina dan Taiwan.

 

Pendidikan STEM dapat menuntun siswa untuk mengintegrasikan mata pelajaran dan mengkorelasikannya dengan kehidupan sehari-hari. Mereka akan diajak untuk menjadi pemecah masalah, penemu, innovator, dan mampu membangun kemandirian, berpikir logis, serta melek secara teknologi.

 

Di Indonesia sendiri, perusahaan Sinar Mas sudah berkontribusi dalam pengembangan STEM, dengan membangun Institut Teknologi dan Sains Bandung pada tahun 2010 di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, serta Politeknik Berau Coal pada tahun 2013 di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

 

 

Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB)

 

Perhatian Sinar Mas terhadap dunia pendidikan tidak hanya pada tingkat sekolah dasar dan menengah (Sekolah Eka Tjipta), melainkan hingga ke tingkat perguruan tinggi. Seperti dibuktikan melalui inisiasi pendirian Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) pada 2010 di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Perguruan tinggi satu ini buah sinergi antara pemerintah daerah (Pemerintah Kabupaten Bekasi), swasta (Sinar Mas), dan perguruan tinggi negeri (Institut Teknologi Bandung) guna menciptakan lulusan berkeahlian yang sesuai kebutuhan pelaku industri.

 

 

 

 

Bangunan utama kampus ITSB memiliki empat lantai, keseluruhan seluas 4.000 meter persegi, yang  dapat menampung 400 mahasiswa, diresmikan pada Desember 2011, yang menyandang status  kampus pertama yang bersertifikasi “Green Building” atau bangunan ramah lingkungan dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

 

Sebabnya, konsumsi energi bangunan tersebut yang minim, memiliki ruang terbuka hijau serta air buangan tidak langsung dibuang ke tanah tapi ditampung dalam sumur resapan. Selain itu, ruang kuliah dirancang dengan sirkulasi udara yang optimal. Selaras kriteria bangunan hijau dari GBCI.

 

Sebagai perguruan tinggi yang bekerja sama dengan ITB, sudah barang tentu pengajar ITSB berasal dari kampus teknik di Bandung tersebut. Tidak hanya itu, sebagai feeder university ITB, mahasiswa ITSB yang berprestasi dan memenuhi syarat dapat menjadi mahasiswa dan juga lulus sebagai sarjana ITB. Ini sesuai dengan Nota Kesepakatan Bersama No. 143/KO1.1/DN/2010 dan No. 031/ITSB-DN/KS.01/VI/10 tanggal 23 Juni 2010.

 

 

 

Guna mematangkan lulusan ITSB sebelum memasuki dunia kerja, Sinar Mas menggandeng Himpunan Kawasan Industri (HKI) yang membuka kesempatan bagi para lulusan ITSB untuk melakukan magang di berbagai perusahaan anggota HKI. Selain itu, pilar bisnis Sinar Mas terbuka pula bagi lulusan ITSB.

 

Mahasiswa ITSB – yang kini memiliki 11 program studi, baik strata satu maupun diploma – mendapatkan pula dukungan beasiswa dari Eka Tjipta Foundation (ETF). ETF sendiri merupakan lembaga yang mewadahi kegiatan sosial di pilar usaha Sinar Mas yang berfokus pada bidang pendidikan, budaya, dan lingkungan. Dari sejumlah sosok berprestasi peraih beasiswa, satu diantaranya adalah Tubagus Rohmatullah. Mahasiswa jurusan Desain Produk Industri itu berhasil meraih perunggu pada The 31st China Adolescent Science and Technology Innovation Contest (CASTIC) yang berlangsung pada 13-19 Agustus 2016 di East China Normal University, Shanghai, China. Karyanya Magic Ironing berhasil mengalahkan karya peserta kontes dari India, Swedia, Brasil, Jepang, Jerman, Perancis, China, Luxemburg, Turki, Rusia, Meksiko, Thailand, dan Denmark.

 

 

 

Politeknik Berau Coal

 

Hambatan utama bagi lulusan sekolah menengah atas di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat memasuki dunia kerja di sana adalah kurangnya keahlian yang mereka miliki. Akibatnya, daya saing pemuda setempat lemah, dan industri yang ada – khususnya di sektor pertambangan yang menjadi primadona wilayah itu – kesulitan mendapatkan tenaga kerja ahli.

Berau Coal adalah salah satu perusahaan yang sempat merasakan hal ini. Hingga akhirnya datang ide untuk mendirikan Politeknik Sinar Mas Berau Coal yang menjadi sarana pendidikan di sejumlah bidang yang sesuai dengan kebutuhan industri di Berau, atau dikenal sebagai metode link and match.

 

 

Di Politeknik Sinar Mas Berau Coal, lulusan sekolah menengah atas yang berhasil melalui proses seleksi akan memperoleh beasiswa penuh untuk menjalani studi selama 3 bulan. Materi pelajaran dan pelatihan yang diberikan merupakan keahlian yang menjadi dibutuhkan perusahaan-perusahaan yang banyak beraktivitas di Berau, seperti survei dan pemetaan lapangan, pengoperasian serta mekanika alat berat seperti dump truck, excavator, bulldozer, dan pengelasan. Bidang tersebut menjadi kebutuhan utama industri pertambangan, khususnya batu bara.

 

Agar proses belajar yang berbentuk perpaduan antara perkelasan dan praktik lapangan semakin efektif, para siswa ditempatkan di asrama. Tahun ini, politeknik pertama yang hadir di Kabupaten Berau ini tercatat telah meluluskan 150 peserta didik, yang terserap oleh sejumlah perusahaan rekanan Berau Coal. Tak kurang dari anggota Komisi IX DPR RI mengapresiasi inisiatif ini. “Dengan adanya politeknik pertambangan di Kabupaten Berau ini, akan meningkatkan tenaga kerja lokal, agar tidak ada kesenjangan,” jelas Abidin Fikri  di sela-sela kunjungannya ke kampus politeknik, Senin (6/8/2018).

 

 

 

Mendapati hal ini, Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal berupaya meningkatkan kapasitas lembaga dengan memperluas jangkauan jaminan kerja, diantaranya melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Berau Coal dengan tiga kontraktor besar di wilayah Berau, yakni PAMA, Ricobana, dan SIS. Selain itu, pengembangan kurikulum juga terus dilakukan, antara lain dengan dibukanya program Diploma III/IV di tahun 2018 untuk memenuhi ragam kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus berkembang.

 

 

Seiring berkembangnya dua institusi ini, Sinar Mas #TumbuhBersama dengan perekenomian di Indonesia. Inilah komitmen Sinar Mas sejak awal berdiri sejak tahun 1938, yaitu untuk mendorong kesejahteraan dan perekonomian bangsa melalui aspek ekonomi, kelestarian lingkungan, kesehatan dan Pendidikan. Untuk melihat semua kegiatan CSR Sinar Mas, kamu bisa buka di web bit.ly/TumbuhBersama atau di www.sinarmas.com. Finally, saya mau mengucapkan, selamat ulang tahun yang ke-80 Sinar Mas, semoga makin Berjaya dan Berdampak! #80ThnSinarMas