Glow For Indonesia Logo






ANALISA CERITA CINDERELLA

19/07/2016


Entah kenapa, kemarin, pada saat perjalanan pulang, tiba-tiba di kepala saya terbesit bahwa setiap wanita itu harus berusaha mendapatkan pasangan yang didambakannya. Kita tidak boleh hanya duduk-duduk manis menunggu sang pangeran berkuda putih datang menghampiri kita. Harus ada usaha.

 

Siapa yang tidak tahu cerita Cinderella? Cerita cinta yang sangat didambakan setiap wanita. Bagaimana tidak? Wanita rakyat jelata dapat menikah dengan pangeran tampan dan kaya raya. Walaupun cerita ini hanyalah sebuah dongeng belaka namun mampu memberikan insight pada diri saya. Saat Cinderella mendapatkan undangan pesta dansa kerajaan, Cinderella berusaha membuat baju yang bagus untuk dia kenakan di acara tersebut. Dia menyediakan waktu untuk menjahit pakaiannya di tengah kesibukan, membereskan rumah dan melayani ibu dan dua saudara tirinya.

 

Cinderella berusaha keluar dari zona nyamannya, keluar dari rumahnya dan pergi ke istana. Dia tidak punya baju pesta yang layak, selama bertahun-tahun dia diperlakukan sebagai seorang pembantu, berdandan cantik dipastikan jarang karena dia selalu sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, tentu posisi Cinderella bukanlah siapa-siapa. Dalam benak saya, kok berani sekali ya, dia mau pergi ke pesta dansa istana? Dari kondisi ini, dapat saya menarik kesimpulkan, Cinderella itu memiliki karakter seorang pemberani, percaya diri dan mau mencoba hal baru.

 

Kalau saya bayangkangan, beberapa hari sebelum Cinderella menghadiri pesta dansa, pasti dia memiliki rasa cemas dan takut. Suatu hal yang lumrah dan manusiawi bagi seseorang yang biasa bekerja di dapur, tapi harus menghadiri acara besar dan formal. Sikap yang sangat baik dan patut ditiru, Cinderella berani melawan semua rasa takutnya, dia membuka peluang besar kepada dirinya sendiri.

 

Saya pernah mendengar sharing dari salah seorang teman saya, yang mengatakan bahwa jika ingin bertemu dengan pasangan yang baik, harus mencarinya di tempat yang baik juga. Kalau kamu ingin punya pasangan yang takut akan Tuhan, tidak mungkin kamu carinya di Night Club. Nah kalau buat kasus Cinderella, kalau mau cari pasangan yang kaya, harus berani datang ke tempat orang kaya (istana). Terbukti kan, kalau Cinderella itu jeli melihat peluang!

 

Sekalipun Cinderella sudah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya, kita tetap tidak pernah tahu rencana Tuhan. Tiba-tiba Ibu dan saudara tirinya merusak pakaian yang telah dibuat Cinderella, hingga akhirnya Cinderella tidak dapat pergi ke pesta. Dia pun menangis dan Ibu Peri pun datang membantu, memberikan dia gaun yang lebih cantik dan menyediakan kereta kuda plus para pegawainya. Luar biasa!

 

Di dalam hidup ini, kita telah berusaha sebaik mungkin, mempersiapkan segala sesuatu sesempurna mungkin seperti harapan kita. Namun terkadang, rencana Tuhan suka berbeda karena rencanaNya memang melebihi rencana kita, yang manusia terbatas ini. Tuhan selalu punya cara untuk membantu kita. Kalau di Cinderella dibantu ibu peri, maka kita pastinya dibantu oleh Tuhan. Melalui pelajaran cerita Cinderella, kita bisa lihat bahwa pertolongan Tuhan bisa lebih dari apa yang kita minta. Minta “baju”, bisa-bisa dikasih “sepatu kaca”, “kereta kuda” dan “pegawai”. Tuhan akan memberi apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan apa yang tidak pernah timbul dalam hati manusia. Semua akan disediakannya, asalkan kita mau mengasihi Dia.

 

Masih ingatkah kalian bahwa Cinderella tidak sengaja meninggalkan sepatu kacanya pada malam dimana dia bertemu dengan sang pangeran? Berkat sepatu kaca inilah Cinderella akhirnya dapat bertemu kembali dengan pangeran dan hidup bahagia selamanya.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, bisa saja kita terlibat obrolan ataupun pertemuan jumpa pertama dengan seseorang yang begitu menarik hati. Tapi ketika kamu tidak berani meminta no contact si Dia maka peluang kamu untuk bertemu kembali dengan si Dia sangatlah tipis. Apalagi kalau yang menilai obrolan menarik itu hanyalah dari sisi kamu, sedangkan bagi dia, tidak ada apa-apa. Bahkan ada peluang, dia lupa dengan kamu. Gawat!

 

Tidakkah kamu sedikitinya berpikir bahwa Cinderella cukup cerdas ya! Dia melihat bahwa pangeran tertarik dengannya, kemudian dia meninggalkan sepatu kacanya. Kalau bahasa anak muda sekarang, supaya ada alasan untuk ketemu lagi. Ok lah kalau begitu. Modus Cinderella. Kamu sudah memikirkan, modus jenis apa yang akan kamu gunakan? Meninggalkan saputangan? Hahahaha. Ya apapun modus kalian, tetaplah gunakan cara yang positif dan tidak merugikan orang lain. Modus itu menunjukkan kamu berusaha.

 

Jadi, Moral dari Cerita Cinderella: percaya diri, berani dan mau mencoba hal baru, harus menunjukkan usahamu jika mengingikan sesuatu, mengandalkan Tuhan dan bisa modus hahaha

 

 

 

 

19 Juli 2016

Gloria Morgen